Read Users' Comments (0)
Terpanggil Keinginan Waria Ber-Tuhan
Posted in |
di
03.10
Mayoritas masyarakat memandang komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersek dan Queer (LGBTIQ ) sebagai kelompok menyimpang. Akibatnya, sedikit tokoh agama mau terlibat menjawab kebutuhan religius kelompok LGBTIQ. Komunitas semakin terpinggirkan dan terstigma. Berikut wawancara Novan dari Swara Nusa dengan Abdul Muis Gazali, mahasiswa Magister Pendidikan Pemikiran Islam Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang saat ini menjadi pengajar di Pesantren Waria Al Fattah Yogyakarta.
Anda yakin Allah menciptakan waria?
Dalam Islam ada istilah “khuntsa”, di dalamnya merujuk pada identitas perempuan dan laki-laki , dan itu diakui Islam. Khuntsa itu perempuan dan laki-laki dalam satu tubuh (hermaprodit). Bagi saya ada dua hal, secara biologis dan psikologis. Biologis berbentuk jenis kelamin perempuan dan laki laki. Tapi ada juga identitas psikologis sebagai laki-laki dan perempuan, secara fisik laki- laki tetapi didalamnya perempuan.
Kuntsa pada awalnya hanya diakui sebatas dua jenis kelamin, tetapi setelah perkembangan pemikiran ternyata kuntsa termasuk juga waria dan itu kita akui, khuntsa memang ada dalam Islam dan diakui keberadaannya dalam Islam.
Waria sejak dulu sudah ada. Pemikirannya masih sempit, hanya dimaknai sebagai orang yang memiliki dua jenis kelamin sekaligus, bukan identitas sosial. Dari segi fiqih, dalam fasal sholat sudah ada penjelasan dari para ulama, bagaimana kuntsa sholat, bagaimana khuntsa menjadi imam.
Waria sering disebut sebagai pendosa.
Setiap orang mempunyai dosa. Saya memiliki dosa, anda memiliki dosa dan semua orang mempunyai dosa. Sampai kini pandangan masyarakat waria sebagai pendosa masih ada, dan pandangan mereka penyebar HIV dan AIDS masih ada.
Tetapi bagi kita, bagaimana menghormati mereka. Menurut penuturan waria sendiri, mereka berkeinginan ber-Tuhan. Ada rasa kehampaan di dalam dirinya, menginginkan untuk ber-Tuhan dan keinginan itu kita hormati. Lalu kita gali kembali, sehingga mereka benar-benar menemukan Tuhannya kembali. Kalau masalah dosa atau tidak, akan ditanggung sendiri-sendiri, kita hanya mengarahkan mereka pada jalan yang benar.
Pada umummnya orang berpikir bukankah itu dianggap dosa. Kita pun sering mengklaim, yang kamu lakukan itu dosa. Dosa itu menurut siapa? Padahal, apa yang kita lakukan itu dosa atau tidak yang menentukan menurut Allah. Allahu a'lam bi shawab.
Mengapa tertarik menjadi guru di Pondok Pesantren Waria?
Ada dua hal yang diberikan Allah, potensi berbuat baik dan potensi berbuat dosa. Yang kita gali potensi berbuat baik, keinginan ber-Tuhan. Jadi, jika mereka mempunyai dosa dan mendekatkan dirinya pada Tuhan, perlahan-lahan akan mengarah pada kebaikan. Dari pondok ini, saya tidak saja memberi, tetapi juga menerima.
Maksudnya?
Perjuangan mereka yang sangatlah luar biasa. Yang tidak bisa ditiru oleh saya, kesabarannya. Kalau seandainya saya pribadi diejek-ejek di Malioboro, ada dua hal bagi saya, rumah sakit atau mati. Ini yang perlu kita kagumi dari mereka.
Apakah akan mengembalikan mereka menjadi laki-laki?
Saya tidak akan mengarahkan mereka mau seperti apa modelnya. Terpenting bagi saya, menggali potensi dirinya untuk ber-Tuhan. Saya tidak mempersoalkan jenis kelamin. Tugas kita memberikan jalan bagi mereka untuk berbuat baik dengan menemukan Tuhannya.
Kita tidak perlu bangga menjadi laki-laki atau perempuan sejati, selagi yang kita lakukan penindasan. Itu yang tidak saya sepakati. Tetapi kalau kita arahkan pada perbuatan-perbuatan baik, kita pantas bangga. Bangga bukan dari jenis kelamin, tetapi bangga atas perbuatan baik.
Jadi bagi saya, waria mau jadi laki-laki sejati, perempuan sejati atau waria sejati, mau operasi atau tidak, saya tidak mempersoalkannya. Yang terpenting mereka mau ber-Tuhan, karena saya yakin ketika manusia menghubungkan diri kepada Tuhan, petunjuk menuju kebenaran akan hadir ditemukan. Kebenaran yang saya temukan dan yang mereka temukan belum tentu sama.
Mungkin saja sekarang waria itu dinilai jelek, tetapi mungkin tahun depan ada waria yang bisa jadi wali karena kesabarannya. Seperti dalam kisah-kisah para nabi, ada masyarakat yang karena kesabarannya bisa masuk sorga.
Bagaimana agar mereka bisa ber-Tuhan?
Kita mengarahkannya pada pelajaran-pelajaran keagamaan, memperkenalkan Tuhan pada manusianya, menggali jati dirinya. Karena kita berprinsip siapa yang tahu pada jati dirinya, dia akan tahu Tuhannya. Jadi arahnya pada kebutuhan ber-Tuhannya.
Tentang penolakan masyarakat terhadap waria untuk masuk masjid?
Sampai saat ini kami masih berusaha mensosialisaikan permasalahannya. Tetapi kalau pengusiran hingga kini belum ada. Untuk sementara ini persoalan waria berbeda dengan gay maupun laki-laki.
Penolakan biasanya dari komunitas, penolakan dari psikologi orang lain. Bukan Islam. Pada hakikatnya Islam menerima siapa saja, semua orang. Tuhan itu milik semua orang. Tidak ditentukan apa jenis kelaminnya.
Persoalan orientasi seks yang tak kunjung selesai?
Masih banyak masalah lain yang juga belum selesai, selain orientasi seks. Misalnya, pekerja seks. Bagaimana fiqihnya? Fiqihnya mengatakan haram, bagaimana solusinya. Saya pernah bertanya pada Bu Maryani, bagimana dengan pekerja seks. Banyak dari mereka juga pengen beribadah, tetapi mereka tidak diterima komunitas masyarakat di sekitarnya. Seolah-olah Tuhan milik kelompok tertentu saja.
Padahal semut pun mempunyai Tuhan. Banyak disebutkan dalam Alquran, misalnya, gunung bertasbih, masak manusia normal seperti mereka tidak boleh bertasbih, itu lucu menurut saya. Makanya, saya tidak mau masuk ke wilayah fiqih, karena wilayah fiqih adalah wilayah perdebatan. Justru akan menghilangkan nilai-nilai kesalehan kita. Perdebatan agama tidak menyelesaikan. Misalnya, saya pernah memulangkan 20 pekerja seks di sebuah lokalisasi di Jawa Timur dengan pendekatan agama. Berikutnya yang datang 60 orang. Menurut saya pendekatan agama tidak selalu selesai, bisa jadi karena faktornya ekonomi, dan itu yang harusnya diselesaikan.
Kita hidup bukan hanya sebatas untuk beriman pada Allah tapi juga berbuat baik pada sesama kita.
Para imam saja berbeda pendapat, padahal sebagian mereka satu disiplin ilmu. Sampai saat ini terjadi hegemoni tafsir oleh MUI, ini halal, ini haram. Saya tidak sepakat seolah-olah kita tidak dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Padahal kita berakal. Itulah yang dituntut Alquran, apakah kamu tidak berakal? Artinya kita dituntut menentukan diri sendiri.
Seandainya Allah mau, semua manusia akan beriman. Kepada yang tidak beriman saja kita tidak boleh membenci, apalagi kepada waria yang mereka itu beriman. Allah sendiri memberi pilihan. Allah itu 'Maha Sombong', tetapi tak pernah menampakan kesombongan-Nya, selalu menampakkan rahman rahim-Nya. Terlalu banyak dalam Alquran, yang menampakkan rahman rahim, bukan 'jabar' yang ditampakkan.
Cuma terkadang kita ini terlalu sombong. Misalnya, Ahmadiyah harus ikut Suni. Ini kan kesombongan. Sepertinya Allah hanya milik mereka. Saya kurang sepakat untuk itu, bukan salah hanya kurang sepakat, karena saya tidak mengikuti jalan itu.
Bagaimana dengan kosnep iman sholat bagi waria?
Dalam Islam kuntsa boleh menjadi imam dari perempuan, tetapi dia tidak boleh menjadi imam bagi laki-laki. Saat jamaah di masjid waria itu bagian perempuan. Saya berpikir laki-laki itu wudhunya batal jika menyentuh waria. Karena waria pada prinsipnya, walaupun fisik laki-laki tetapi secara psikis identitasnya perempuan. Dan tidak batal waria bersentuhan dengan tubuh perempuan. Batal atau tidaknya ditentukan oleh potensi psikologisnya berat ke arah mana. Jadi yang menentukan bukanlah fisik alat kelaminnya, tetapi identitas apa yang ada di dalammnya.
Ini yang membuat Anda bekerja dengan waria?
Itulah kenapa saya siap di sini, karena saya berpikir disini. Ngapain mempermasalahkan fiqih. Misalnya tentang wudhu dipermasalahan, Imam Malik kalau tidak keliru, tidak mempermasalahkannya, karena masih menjadi perdebatan. Jadi kita harus memandang secara universal bukan hanya fiqih saja. nnbv
Tentang dosa homoseks yang dihubungkan dengan tragedi Sodom pada jaman nabi Luth?
Agamawan pun mengartikan waria identik dengan dosa dan selalu dihubungkan dengan tragedi Sodom. Yang perlu dibedah pijakannya, bagaimana hemaprodit, bagaimana homoseks, bagaimana transgender, bagaimana waria. Paling tidak dari pengertian itu dulu yang kita gali. Kita fokuskan artian setiap bicara waria, barulah kita cari dasarnya. Kisah ini menunjukkan adanya semacam prasangka dalam ruang komunikasi. Pengertian dari prasangka itu sendiri muncul atas dasar pengalaman yang dangkal dan salah. Kita bedah dari ilmu komunikasinya dulu.
Kenapa wacana pendosa ini terus bergulir?
Kita harus melihat posisi dan wacana seperti ini terus dikembangkan, tidak akan menyisakan ruang bagi wacana yang berbeda. Sehingga pengertian waria yang identik dengan Luth itu pemaksaan makna. Celakanya berbeda sering diartikan sesat. Ya, tidak. Sesat itu lagi-lagi menurut siapa?
Maksudnya?
Saya ingat cerita di zaman kekuasaan mu'tazilah, kaum Suni disebut sesat. Sekarang karena Suni yang berkuasa, Ahmadiyah yang sesat. Sangat mungkin kalau Ahmadiyah yang berkuasa, Suni yang sesat. Jadi masalah sesat tidak sesat itu perlu dilihat kembali agar tidak menjadi pertanyaan yang menjebak.
Kita tidak boleh saling menyesatkan dan saling menyalahkan, semuanya sangatlah relatif. Saya sering bilang, saya beragama Islam, anda beragama Islam, kita beragama Islam, Tuhan kita satu, Allah kita satu, tetapi Allah kita berbeda.
Mengapa bisa demikian?
Karena saya menggambarkan Allah sangat mungkin berbeda. Saya ambil contoh semut. Semut menggambarkan Allahnya dengan merangkak, kita menggambarkan Allah kita dengan berjalan di atas dua kaki. Jadi sangat tergantung pada kekuatan kita menggambarkan Allah kita. Nah, di situlah sebenarnya bagaimana menggambarkan Allah sangatlah tergantung dari kekuatan kita. Maka saya bilang Tuhan itu milik semua, tidak ditentukan dari jenis kelamin.
Anda sedang ingin mengatakan jenis kelamin menjadi bagian alat penindasan?
Bagi saya, identitas perempuan dan laki-laki merupakan jalan penindasan. Jenis kelamin, alat penindasan. Misalnya, mungkin kaum perempuan tidak menerima kaum waria karena takut tersaingi. Di antara sama-sama perempuan juga melakukan penindasan, misalnya, terhadap kelompok orientasi lain, lesbian. Di kelompok laki-laki juga melakukan penindasan pada kelompok gay. Kalau dalam Islam ada istilah Ar-Rijalu, itu bukan jenis kelamin, tetapi dipahami sebagai relasi kuasa.
Tentang perdebatan given dan konstruksi dalam wacana LGBTIQ?
Kalau saya tidak mau berdebat. Menurut saya tergantung dari kesanggupan menerima eksistensi mereka. Diperdebatkan juga belum tentu menyelesaikan masalah dan tak akan pernah selesai. Tergantung pada kesadaran kita untuk menerima kaum waria, karena waria adalah manusia.
Agenda ke depan?
Ya, dengan identitas bukan lantas menindas yang idenitas yang lain. Sebab, semakin diperdebatkan semakin meruncing. Kalau masuk di wilayah kesadaran, waria bagian dari Nabi Adam juga, mereka putra Adam, manusia biasa. Dengan memandang sebagai manusia, persoalan bisa selesai.
kontributor: [novan]
sumber : Swaranusa
Pidato Seorang Anak Yang Menggemparkan Dunia
Posted in |
di
06.57
Ini adalah sebuah cerita yang saya dapat dari email seorang teman...entah dia juga dapet dari orang lain atau memang dia sendiri sumbernya, karena saya akui teman saya ini adalah orang yang sering datang dalam sebuah pertemuan multinasional.
Mohon dibaca sampai selesai karena cerita ini akan lebih mengena apabila dibaca sampai selesai.
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation
)
************************************************** *************************
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , "kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
************************************************** *************************
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "
Mohon dibaca sampai selesai karena cerita ini akan lebih mengena apabila dibaca sampai selesai.
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation
)
************************************************** *************************
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , "kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
************************************************** *************************
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "
Stop Dreaming??
Posted in |
di
08.55
Ketika sedang browsing tentang kata-kata mutiara, ternyata banyak sekali kata-kata mutiara yang isinya "stop dreaming action now", padahal judul blog ku adalah keep dreaming keep action. Secara gak sengaja sih aku dapet kata "Keep..." ini karena menurut ku setiap orang pasti mempunyai impian dan sesungguhnya Power Of Dream adalah sangat luar biasa, bahkan yang dinamakan motivasi lahir dari sebuah impian. Lantas kenapa banyak sekali kata-kata yang isinya Stop Dreaming?
Memang bukan berarti berhentilah mempunyai impian, tetapi mengusahakan. Seperti itu yang diharapkan dari tulisan-tulisan mereka. Sebenarnya saya akui bahwa yang selama ini saya baca dan saya lihat dari teman-teman atau bahkan orang yang tidak saya kenal pun kebanyakan hanya sebatas mimpi, tidak ada usaha, dan bahkan mereka membenci hidup mereka kemudian putus asa dan pada akhirnya tidak ada action disini.
Memang bukan berarti berhentilah mempunyai impian, tetapi mengusahakan. Seperti itu yang diharapkan dari tulisan-tulisan mereka. Sebenarnya saya akui bahwa yang selama ini saya baca dan saya lihat dari teman-teman atau bahkan orang yang tidak saya kenal pun kebanyakan hanya sebatas mimpi, tidak ada usaha, dan bahkan mereka membenci hidup mereka kemudian putus asa dan pada akhirnya tidak ada action disini.
Dualism
Posted in |
di
10.30
Gagasan tentang dualisme sudah ada sejak nenek moyang, bahkan mungkin saja dari awal manusia pertama Adam dan Hawa pun telah ada pemikiran tentang ini, tetapi menjadi awal mula suatu pemikiran dualisme ini setidaknya sejak zaman Plato dan Aristoteles dan terkait tentang eksistensi jiwa mengenai kecerdasan dan kebijakan.
Dualisme ini adalah suatu faham yang memandang segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya terbagi dalam dua macam; hitam dan putih, baik dan buruk, bagus dan jelek, dan lain sebagainya. Hal ini yang membuat pikiran manusia menjadi terbatas antara yang baik dan yang buruk, sehingga cenderung menganggap bahwa sesuatu yang sedikit adalah yang tidak normal.
Pada dasarnya penulis disini adalah kaum minoritas yang sedikit berbeda dengan "mereka" sehingga akhirnya terinspirasi untuk menulis artikel ini.
Lantas, apa yang menarik dari pembahasan ini?
Coba anda bayangkan betapa hidup anda ada dalam lingkaran dualisme ini, sangat terbatas, tidak bebas nilai, berjalan apa adanya menurut alur modernisasi dan industrialisasi yang harus berjalan seperti keinginan "mereka". Apabila sesuai dengan keinginan "mereka", maka anda dikatakan baik.
Lantas dimana diri anda yang sebenarnya? Dimanakah eksistensialis yang para tokoh Psikologi katakan? Bukankah anda adalah seorang "robot" yang perilakunya sudah direncanakan?
Maksudnya adalah bukan untuk menjadi seorang pemberontak dunia dalam hal ini, tetapi jadilah pemberontak bagi diri sendiri. Anda tidak lah baik, tetapi anda juga tidak buruk, diri anda adalah hidup anda, bukan hidup mereka.
Dualisme ini adalah suatu faham yang memandang segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya terbagi dalam dua macam; hitam dan putih, baik dan buruk, bagus dan jelek, dan lain sebagainya. Hal ini yang membuat pikiran manusia menjadi terbatas antara yang baik dan yang buruk, sehingga cenderung menganggap bahwa sesuatu yang sedikit adalah yang tidak normal.
Pada dasarnya penulis disini adalah kaum minoritas yang sedikit berbeda dengan "mereka" sehingga akhirnya terinspirasi untuk menulis artikel ini.
Lantas, apa yang menarik dari pembahasan ini?
Coba anda bayangkan betapa hidup anda ada dalam lingkaran dualisme ini, sangat terbatas, tidak bebas nilai, berjalan apa adanya menurut alur modernisasi dan industrialisasi yang harus berjalan seperti keinginan "mereka". Apabila sesuai dengan keinginan "mereka", maka anda dikatakan baik.
Lantas dimana diri anda yang sebenarnya? Dimanakah eksistensialis yang para tokoh Psikologi katakan? Bukankah anda adalah seorang "robot" yang perilakunya sudah direncanakan?
Maksudnya adalah bukan untuk menjadi seorang pemberontak dunia dalam hal ini, tetapi jadilah pemberontak bagi diri sendiri. Anda tidak lah baik, tetapi anda juga tidak buruk, diri anda adalah hidup anda, bukan hidup mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)












.jpg)


